Saturday, January 14, 2017

Si Asep Merengek dan merajuk pada ibu nya minta nikah

Di awali dengan sebuah status artikel kiriman dari seorang teman di FB.

TENTANG JAMINAN REJEKI DARI Allah SWT...
Asep pun mengcopy dan paste status teman FB nya dan di kirim ke ibu nya.
Dia merajuk dan merengek pada sang ibu.. karena dia lebih dekat pada sang ibu dari pada ayah nya...

Dengan maksud agar di sampaikan pada ayah nya bahwa "si Asep menta kawin" hehehe..
Isi dari artikel terbit seperti di bawah ini :
___________________________________

*8 MACAM REZEKI DARI ALLAH YANG DIBERIKAN KEPADA KITA*

*1.Rezeki Yang Telah Dijamin*
۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ ﴿٦﴾

*_"Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya"_*
(Q.S. Hud:6)

*2.Rezeki Karena Usaha*

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿٣٩﴾

"dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,"

(Q.S.53:39)

*_"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya"_* (Q.S. An-Najm:39)

*3.Rezeki Karena Bersyukur*

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ ﴿٧﴾

*_"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu"_* (Q.S. Ibrahim:7)

*4.Rezeki Tak Terduga*
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا ﴿٢﴾

*_Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya"_*
(QS. At Thalaq :2)

*5.Rezeki Karena Istighfar*

*_"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta”_* (QS. Nuh : 10-11)

*6.Rezeki Karena Menikah*
.وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

*_"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”_* (QS. an-Nur : 32)

*7.Rezeki Karena Anak*

*_"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”_* (QS. al-Isra 31)

*8.Rezeki Karena Shodaqoh*

*_"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infaq & shodaqoh), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak"_* (QS. Al Baqarah 245)

Semoga bermanfaat, aamiin.
___________________________________

Dengan status si Asep yang masih kuliah dan belom berkerja...
Ibu nya pun bingung merespon kiriman artikel via WhatsApp dengan merespon dingin... Dengan tanggap an "😨 lhaa".
Sejenak sang ibu bingung... Dan berkata dalam hatinya "aneeehh.. Tiba-tiba ko si Asep minta di nikahkan"
Logika dan hati si ibu bertentangan bentrok dan tidak selaras...

Logika berpikir si ibu berkata : "si Asep kan masih kuliah belom kerja pula... Kalo dia menikah mau dikasih apa anak orang... Ujung-ujungnya nyusahin orang tua lagi"

Hati si ibu berkata : "emang benar Rejeki adalah jaminan Allah dan aku beriman terhadap firman Allah yang terkandung dalam Al-Quran"

Logika dan hati berkecamuk... Namun sang ibu akhirnya berdoa mohon pada Allah yang maha pengasih dan maha pemberi untuk anak nya Asep agar di berikan keluasan Rejeki dan jodoh yang terbaik menurut Allah...

Dalam kebingungan sang ibu berdoa : "ya Allah Engkaulah maha berkuasa atas segala sesuatu...
Berikan lah yang terbaik untuk anak Asep ya Allah agar ia mampu menjadi imam yang baik untuk istri dan anak nya kelak, luaskan lah Riski nya agar dia bisa menafkahi keluarga nya tetapkan iman Islam nya agar dia berada selalu di jalan yang lurus yaitu jalan yang engkau ridhoi, mampukan lah dia anak ku ya Allah.. hamba percaya ya Allah atas apa yang kau turunkan dalam Al-Quran melalui Jibril kepada nabi jungjunan Baginda Rasulullah SAW..
Hanya kepada Mu hamba menyembah hanya kepada Mu hamba memohon pertolongan...
Maka tolonglah hamba agar bisa menikah kan nya dan halal baginya seorang istri, dan tolonglah anak hamba ya Allah dalam Segala sesuatu nya untuk membina keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
Engkau melihat dan maha melihat
Engkau maha mengetahui segala isi hati hamba
Engkau maha memberikan kemudahan
Engkau maha mengabulkan segala doa dan permohonan
Maka kabulkan lah doa hamba ya Allah untuk kebaikan anak hamba yang ingin menunaikan perintah Mu dan menjalankan Sunah nabi Mu Rosulullah SAW.
Aamiin ya Robbal Alamin"...
.
Berkat doa dari sang ibunda Asep pun menikah dan dapat perkerjaan sebelum lulus kuliah nya yang baik. plus seorang cucu untuk ibundanya yang tampan  tiga tahun kemudian Asep pun lulus S1 nya dengan nilai yang baik.
Asep pun bahagia dan mulai mendapatkan jenjang karir yang baik..
Alhamdulillah....

Kesimpulan dari kisah ini mohonlah doa pada ibu karena doa ibu sangatlah mustajabah...
Jangan sakiti hatinya berikan ia kebahagiaan... Hormati sang ayah... Yang menafkahi keluarga kita.
Karena doa dan restu mereka membuat pernikahan anak-anaknya sakinah mawadah warohmah...

Allah SWT berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا   ؕ  اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."
(QS. Al-Isra': Ayat 23)

Tuesday, January 10, 2017

MASIHKAH MEREKA BERIMAN???

HAI ORANG-ORANG ISLAM PENDUKUNG ORANG KAFIR MENJADI PEMIMPIN MU MASIH KAH KAU BERIMAN???
KALIAN TELAH MENDUSTAKAN AYAT ALLAH SURAH ALMAIDAH AYAT 51-57.
________________________________________
RUKUN IMAN ADA 6
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
     #taurat
     #jabur
     #injil
     #alquran kitab yang sempurna dan menyempurnakan kitab kitab sebelumnya... Jika dia yang mengaku sebagai muslim merefisi dengan dalih multi tafsir yang di plintir dan di bulak-balik serta serta mengubah ayat ayat Allah dengan dalih tidak lagi up to date dan tidak percaya, ingkar dan mendustakan satu ayat saja.
Maka...
Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا  وَاسْتَكْبَرُوْا عَنْهَاۤ اُولٰۤئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ  هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-A'raf: Ayat 36)

فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖ    ؕ  اُولٰۤئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيْبُهُمْ مِّنَ الْـكِتٰبِ  ؕ  حَتّٰٓى اِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُـنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ  ۙ  قَالُوْۤا اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ    ؕ  قَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا وَشَهِدُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا كٰفِرِيْنَ
"Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya. Mereka (para malaikat) berkata, "Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?" Mereka (orang musyrik) menjawab, "Semuanya telah lenyap dari kami." Dan mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir."
(QS. Al-A'raf: Ayat 37)

قَالَ ادْخُلُوْا فِيْۤ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ فِى النَّارِ    ؕ  كُلَّمَا دَخَلَتْ اُمَّةٌ لَّعَنَتْ اُخْتَهَا    ؕ  حَتّٰۤى اِذَا ادَّارَكُوْا فِيْهَا جَمِيْعًا   ۙ  قَالَتْ اُخْرٰٮهُمْ لِاُوْلٰٮهُمْ رَبَّنَا هٰٓؤُلَۤاءِ اَضَلُّوْنَا فَاٰتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ النَّارِ     ؕ  قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَّلٰـكِنْ لَّا تَعْلَمُوْنَ
"Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka." Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui.""
(QS. Al-A'raf: Ayat 38 )

وَقَالَتْ اُوْلٰٮهُمْ لِاُخْرٰٮهُمْ فَمَا كَانَ لَـكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ
"Dan orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.""
(QS. Al-A'raf: Ayat 39)
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاسْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَابُ السَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَاطِ    ؕ  وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat."
(QS. Al-A'raf: Ayat 40)

4. Iman  kepada nabi dan rosul 25 nabi termasuk nabi Isa alahi salam yang di anggap anak Tuhan oleh kaum Nasrani. Tapi dalam Islam nabi Isa alahi salam hanya sebagai rosul seorang utusan Allah SWT untuk kaum nya. Di masa itu.
Adapun nabi Muhammad SAW adalah khataman Nabiyin wal Mursalin. Nabi terakhir dan nabi penutup nabi dan Rasul risalah yang di bawanya pun untuk semua manusia akhir jaman. Sebagai rahmatan Lil Alamin.

5. Iman kepada hari Akhir
6. Iman kepada hari Qodo dan qodar





Sunday, January 8, 2017

PENEBAR FITNAH PENEBAR BERITA HOAX

:O hahh..APA....???? AKU DAN KELUARGAKU DI TUDUH PENGANUT SYIAH....
Atas dasar apa dia bisa bilang begitu ???
Yang jelas sih atas dasar kebencian...

NA'UDZUBILLAHI SUMMA NA'UDZUBILLAH
Orang menuduh tanpa bukti dan faktanya dia adalah seorang penebar fitnah yang keji. Kalo jaman sekarang mah penebar berita hoax.
Dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan... (Pembunuhan karakter)
Bukan orang nya atau nyawa nya yang di bunuh akan tetapi karakter nya, dan nama baik nya.. yang tercoreng di halayak ramai sehingga orang-orang mencibirnya, mencacinya, mencelanya bahkan mengutuk nya.
Allah SWT berfirman:
وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ 
. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.
(QS. Al-Baqarah: Ayat 191)
Akan tetapi orang yang di fitnah senantiasa bersabar dan selalu berikhtiar serta serahkan kepada Allah segala urusannya. Sesungguhnya segala amal akan kembali pada si empunya.

Allah SWT berfirman:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ  ۙ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا    ؕ 
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.

Tidak ada yang luput dari balasan Allah SWT baik di balas di dunia maupun di akhirat...

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ  
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(QS. Az-Zalzalah: Ayat 7 )

وَمَنْ  يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(QS. Az-Zalzalah: Ayat 8)

Orang jenis ini (hasad)  biasanya terdapat penyakit dalam hatinya
Yaitu :

Hasad (Iri dan Dengki)

Orang yang iri dan dengki selalu merasa susah bila melihat orang lain senang. Dan sebaliknya, ia akan merasa senang bila orang lain kesusahan. Biasanya orang yang iri dengki akan mencelakakan orang lain dengan lisan, tulisan, dan perbuatannya.
Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ   ؕ  لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا   ؕ  وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ   ؕ  وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ   ؕ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nisa': Ayat 32)

“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”. [HR. Abu Dawud]

Kita harus berhati-hati pada orang yang hasad... Ini kita juga harus berhati-hati pula pada Sifat ini.. muhasabah lah... Lihat kedalam diri apa dalam hati kita ada Sifat hasad ini yang akan menjadi cikal bakal mencelakai orang lain.

Na'udzubillahi Summa Na'udzubillah
Aku berlindung kepada Allah dari sifat hasad...
.
Kata pepatah "teko akan mengeluarkan isi sesuai apa yang ada di dalam nya"
Ga mungkin isi nya kopi keluarnya susu..
Ini sesuai dengan hadis Baginda Rasulullah SAW :
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
Jadi gampang saja menentukan orang itu hatinya baik atau tidak.....
Kita tinggal lihat :
Ucapannya
Perbuatan
Tingkah lakunya
Akhlak nya kepada sesama...
Jauhilah sifat hasad

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ    [رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. [Muslim no. 2564]

Thursday, January 5, 2017

SERUAN PERANG...!!! JIHAD FISABILILLAH DALAM AL-QURAN

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
(Assalamu ‘alaikum Wr. Wb)
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
(Bismillahirrahmanirrahim)
SERUAN PERANG...!!!
JIHAD FISABILILLAH DALAM AL-QURAN
Membela yang Haq menumpas kebatilan
Membela negara bangsa dan agama.

Islam itu rahmatan Lil Alamin
Islam itu cinta damai..
Islam itu tidak akan berperang kecuali di perangi..
Islam itu seperti lebah... Musuh jangan di cari ketemu musuh jangan lari
Islam itu berpegang pada Al-Quran dan assunah dalam segala tindakan nya...

Allahu SWT menyerukan untuk berperang..Kepada umat Islam dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 216
Allah SWT berfirman:

كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ  وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ  وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ  ؕ  وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 216)

Ini merupakan penetapan kewajiban jihad dari Allah swt, bagi kaum muslimin. Supaya mereka menghentikan kejahatan musuh di wilayah Islam. Az-Zuhri mengatakan: “Jihad itu wajib bagi setiap individu, baik yang berada dalam peperangan maupun yang sedang duduk (tidak ikut berperang). Orang yang sedang duduk, apabila dimintai bantuan, maka ia harus memberikan bantuan, jika diminta untuk berperang, maka ia harus maju berperang, dan jika tidak dibutuhkan, maka hendaklah ia tetap di tempat (tidak ikut).”

مَنْ مَاتَ وَلمَ ْيَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِالْغَزْوِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيِّةً

"Barang siapa meninggal dunia sedang ia tidak pernah ikut berperang dan ia juga tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia meninggal dunia dalam keadaan jahiliyah.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada waktu Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah):

لاَ هِجْرَةَََ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَ نِيَّةٌٌٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

“Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah (pembukaan kota Makkah), akan tetapi yang ada yaitu hijrah untuk jihad dan untuk niat baik. Bila kalian di minta untuk maju perang, maka majulah !” (Muttafaq ‘alaih)
Adapun adab dan tuntunan atas firman Allah SWT dalam Al-Quran sebagai berikut...
Tuntunan Islam Menyikapi Perang Salibis

Islam telah memberikan tuntutan yang tegas terhadap mereka yang memerangi kaum muslimin, yaitu dengan memerangi mereka yang arogan dan semena-mena menyerang perkampungan muslim, berusaha membunuh mereka, membakar rumah-rumah mereka, dan mengusir mereka dari tanah kelahiran mereka itu.

Allah Ta'ala berfirman,

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Baqarah: 190)

Ayat ini, menurut Ibnu Katsir rahimahullah, membangkitkan dan menganjurkan melawan musuh yang berambisi memerangi Islam dan kaum muslimin. Maksudnya: sebagaimana mereka memerangi kalian, maka perangilah mereka oleh kalian. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,  

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً

"Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya." (QS. Al-Taubah: 36)

Kesimpulan jangan melampaui batas jangan membabi-buta janganlah memerangi orang-orang kafir yang tidak bersalah  
Peranglah...
Perkataan dengan perkataan
Syair dengan syair
Meme dengan meme
Senjata dengan senjata
Ekonomi dengan ekonomi.
.
Dan ada perintah dari Rasulullah SAW tentang larangan untuk membunuh orang-orang kafir zindik yang tidak bersalah
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ اْلجَنَّةِ، وَ اِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ اَرْبَعِيْنَ خَرِيْفًا. احمد و البخارى و النسائى و ابن ماجه
Dari Abdullah bin ‘Amr dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa yang membunuh orang (kafir) yang mempunyai ikatan perjanjian, ia tidak akan mencium bau surga, sedang bau surga itu tercium dari sejauh perjalanan empat puluh musim”. [HR. Ahmad, Bukhari, Nasa’i dan Ibnu Majah].

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: اَلاَ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهَدَةً لَهَا ذِمَّةُ اللهِ وَ ذِمَّةُ رَسُوْلِهِ ص. فَقَدْ اَخْفَرَ ذِمَّةَ اللهِ وَ لاَ يَرِحْ رَائِحَةَ اْلجَنَّةِ، وَ اِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ اَرْبَعِيْنَ خَرِيْفًا. ابن ماجه و الترمذى
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW beliau bersabda, “Ingatlah, barangsiapa yang membunuh jiwa yang telah mengikat perjanjian, yang memang dia itu mendapat perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya, maka benar-benar ia telah melepaskan (ikatan) tanggungan Allah dan ia tidak akan mencium bau surga, sedang bau surga itu tercium dari sejauh perjalanan empat puluh musim”. [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi dan Tirmidzi].
.
Sungguh ajaran Islam itu tidak lah semena mena...
Sami na. Wa athona
Kami mendengar dan kami menaatinya.

Dalam ayat selanjutnya Al-Baqarah 217
Allah SWT berfirman:

يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَـرَامِ قِتَالٍ فِيْهِ  ؕ  قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ  ؕ  وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَ کُفْرٌ ۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ ۙ  وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ  وَالْفِتْنَةُ اَکْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ  ؕ  وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْـنِکُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْا  ؕ  وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ  وَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ  هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.""
(QS. Al-Baqarah: Ayat 217)
Seringkali umat Islam di fitnah sampai sering kali jelek sekali citra di cap sebagai agama teroris oleh karena kata-kata jihad Rekaya media memutar balikan fakta. Orang kafir memanfaatkan sebagian dari orang Islam yang beda aliran beda Mazhab beda pemahaman yang di sebut Islam garis keras untuk mengekspos segala tindakan betapa Islam adalah agama yang radikal.
.
Ketahuilah bahwa setiap agama pasti mempunyai sekte sesat
Seperti lembaga pemerintahan mempunyai oknum
Seperti agama Kristen yang di sebut anti Kris
Budha sekte wiratu yang radikal seperti di myanmar yang membatasi ribuan muslim
Yahudi yaitu zionis
Atheisme yaitu iluminati
Musuh musuh Islam akan memanfaatkan itu semua untuk fitnah sehingga umat Islam sendiri yang lemah iman nya merasa jijik dengan ajaran nya. Sehingga murtad dan kafir. Tapi Allah akan menggantikan para murtadin tadi dengan satu kaum yang lebih di cintai Allah SWT sebagai mana firman Allah di surah almaidah ayat 54
Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ  ۙ  اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ  ۖ   يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤئِمٍ   ؕ  ذٰ لِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ    ؕ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
(QS. Al-Ma'idah: Ayat 54)

Karena pemberitaan media yang sering tidak jujur dalam sebuah pemberitaan oleh karena itu Allah SWT memerintahkan dalam Al-Quran agar teliti dalam menerima sebuah berita dari orang-orang fasik dan kafir.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ  ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ  تُصِيْبُوْا قَوْمًا  ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."
(QS. Al-Hujurat: Ayat 6)

Luruskan niat karena Allah SWT
Ikhlas hati jihad fisabilillah
Mengharap Rahmat dan ridho Allah SWT
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا  وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ  اُولٰٓئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ  ؕ   وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 218)

Jangan takut dan jangan gentar ketika mereka orang-orang kafir menakut nakuti kita dengan segala tipu daya mereka Maka ucapkanlah
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Untuk menambah kekuatan iman dalam hati yang melahirkan keberanian tiada Tara.

Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا   ۖ  وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.""
(QS. Ali 'Imran: Ayat 173)

insyaAllah kita akan menang...
Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ
"Dan barang siapa menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang."
(QS. Al-Ma'idah: Ayat 56)

اَللّهُ اَكْبَرُ
(Allahu Akbar)
اَللّهُ اَكْبَرُ
(Allahu Akbar)
اَللّهُ اَكْبَرُ
(Allahu Akbar)

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
(Wa ‘alaikum salam Wr. Wb)

Wednesday, January 4, 2017

AUTO MURTAD.... 10 PERKARA YANG MEMBATALKAN SYAHADAT


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ* سورة الأعراف182

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Ku, akan Aku (Allah) binasakan, dengan cara yang tidak mereka ketahui.

(Surat Al-Arof 182)

Assalamualikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Wahai saudaraku, pernahkah kita mendengar atau belajar tentang hal-hal yang membatalkan sholat, membatalkan puasa, membatalkan zakat, atau mungkin haji. Ada juga perkara-perkara yang membatalkan wudlu. Namun seringkah kita belajar tentang perkara-perkara yang membatalkan syahadat ??

Syahadat adalah pondasi dalam Islam yang juga merupakan rukun islam yang pertama. Batalnya syahadat berakibat fatal bagi batalnya keislaman seseorang. Untuk itu setiap mukmin diperintahkan untuk membaca syahadat minimal 9 kali atau dalam setiap 5 kali sholat setiap hari agar pondasi keislaman seorang muslim tetap terjaga. Batalnya syahadat berakibat fatal terhadap batalnya keislaman seseorang.

Nah, apasaja perkara-perkara yang membatalkan syahadat. Para fuqoha’ dalam kitab-kitab fikih telah menulis bab khusus yang diberi nama “Riddah” (kemurtadan). Dan yang terpenting adalah 10 hal, yaitu :

1. Syirik Kepada Allah,

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰ لِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."
(QS. An-Nisa': Ayat 48)

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ   ؕ  وَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ   ؕ  اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّارُ   ؕ  وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam." Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."
(QS. Al-Ma'idah: Ayat 72)

Termasuk didalamnya menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburanyang dikeramatkan atau untuk jin dan lain-lain.

2. Menjadikan sesuatu sebagai perantara dengan Allah dimana seseorang berdo’a dan meminta syafaat serta bertawakal kepada sesuatu tersebut, orang yang berbuat hal seperti ini telah kafir secara ijma’.

Contoh: meminta tolong melalui perantara jin, meminta melalui Nabi, meminta ampun melalui Nabi orang shaleh, meminta perlindungan melalui malaikat, meminta berkah melalui orang suci yang di kultuskan, makam keramat dan sejenis. Semua doa, ampun, permintaan, HARUS & HANYA ditujukan bagi ALLAH saja.
Allah SWT berfirman:

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا 
"dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat."
(QS. Al-Jinn: Ayat 6)
Allah SWT berfirman:

وَلَـقَدْ  اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ  لَئِنْ اَشْرَكْتَ  لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
"Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi."
(QS. Az-Zumar: Ayat 65)

Allah SWT berfirman:

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ  
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."
(QS. Al-Fatihah: Ayat 5)

3. Orang yang ragu dalam keimanan nya sehingga meragukan Al-Quran sebagai petunjuk dari Allah bagi orang yang bertaqwa. tidak mau mengkafirkan orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekufuran mereka atau membenarkan madzhab mereka, dia itu kafir.mencampur adukan ajaran agama dan menganggap semua agama itu sama dan Tuhannya sama. IDEOLOGI PLURALISME
Allah SWT berfirman:

مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ      ۖ  ذٰ لِكَ لَاۤ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ وَلَاۤ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ    ؕ  وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
"Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya."
(QS. An-Nisa': Ayat 143)

4. Orang yang meyakini bahwa selain ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW berupad Al-Quran dan assunah. Sebagai dasar berhukum lebih sempurna.

Seperti orang-orang yang mengutamakan hukum thaghut atau hukum konstitusi buatan manusia di atas hukum Allah dan rasul-Nya berupa Al-Quran dan assunah mengutamakan hukum atau perundang-undangan manusia di atas hukum Islam, maka dia kafir.
firman Allah berikut ini:

١. و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون

“Barang siapa yg tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka termasuk orang-orang yg kafir.”
(Al Maidah 44 )

٢. و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الظالمون

“Barang siapa yg tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka termasuk orang-orang yg dzolim”(Al Maidah 45)

٣. و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الفاسقون

“Barang siapa yg tidak berhukum dgn hukum Allah maka mereka termasuk orang-orang yg fasik”
(Al Maidah 47)

وَيَقُولُ: «أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ

… dan Nabi s.a.w. bersabda,”Adapun selanjutnya, sesungguhnya sebaik-baik cerita adalah Kitab Allah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad s.a.w.”.

5.  Orang yang membenci Rosulullah SAW dan ajaran yang dibawa oleh Rosulullah SAW sekalipun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir (putus dari Rahmat Allah)
Allah SWT berfirman:

اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ 
"Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak."
(QS. Al-Kausar: Ayat 1)
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ  
"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."
(QS. Al-Kausar: Ayat 2)
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
"Sungguh, orang-orang yang membencimu (Muhammad) dialah yang terputus (dari rahmat Allah)."
(QS. Al-Kausar: Ayat 3)

6. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rosul SAW atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir.
Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah :

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (66)* سورة التوبة 65 -66

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.

(Surah Attaubah ayat 65-66)

7. Sihir
diantaranya sharf dan ‘athf (barangkali adalah amalan yang membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhoinya, maka ia kafir.
Allah SWT berfirman:

وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ  وَمَا کَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ ۙ  وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَـکَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ  ؕ  وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَاۤ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ  ؕ  فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهٖ  ؕ  وَمَا هُمْ بِضَآرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ  ؕ  وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ  ؕ  وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰٮهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ  ؕ  ۙ  وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهٖۤ اَنْفُسَهُمْ  ؕ  لَوْ کَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir." Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 102)

8. Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam.
Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ    ۘ  بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ  ؕ  وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Ma'idah: Ayat 51)

9. Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad SAW seperti halnya Nabi Khidir boleh keluar dari syariat Nabi Musa maka ia kafir. Sebagaimana diyakini oleh ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan / melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajatatau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rosulullah SAW.
Allah SWT berfirman :

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (9)

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amalan mereka.

[Surah Muhammad ayat 9]

10. Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkan

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ  بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَا  ؕ  اِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa."
(QS. As-Sajdah: Ayat 22)

Syaikh Muhammad at Tamimi berkata, “tidak ada beda dalam hal yang membatalkan syahadat ini antara orang yang bercanda, yang serius (bersungguh-sungguh) maupun yang takut, kecuali orang yang dipaksa. Dan semuanya adalah bahaya yang paling besar serta yang paling sering terjadi. Maka setiap muslim wajib berhati-hati dan mengkhawatirkan dirinya serta mohon perlindungan kepada Allah SAW dari hal yang bisa mendatangkan murka Allah dan siksaNya yang pedih.”

Jadi pertahankanlah keislaman kalian wahai saudaraku sekalipun nyawa terpisah dari jasad.

Selamat berjuang wahai saudaraku, semoga Allah SWT melindungi . . .

Referensi : Kitab Tauhid (Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan)

Friday, December 23, 2016

ORANG PINTAR KALAH  AMA ORANG BEJJO ( BERUNTUNG )...APAKAH ITU BENAR???


Dan ternyata itu benar adanya...bro
Syarat jadi beruntung itu mudah
Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِ
"Demi masa."
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ
"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ     ۙ  وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr: Ayat 3)

Siapa itu orang yang beriman ???

Dalam surat albaqarah ayat 3 sampai dengan 5 Allah swt menjelaskan..

Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,"
(QS. Al-Baqarah: Ayat 3)

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَۤا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ     اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ  وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ 
"dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 4)
Allah SWT berfirman:

اُولٰٓئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 5)

Siapakah orang yang saling menasihati dengan kebenaran???

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2).

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW
Di jelaskan
وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017).

Siapa yang saling menasihati tentang kesabaran itu ???
Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ  ۚ  تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۚ  وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا
"Dan bersabarlah engkau  bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."
(QS. Al-Kahf: Ayat 28)

Intidari semua yang di atas adalah taqwa yaitu melaksanakan segala perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya.
Karena hanya dengan taqwa. Jalan keluar dari segala permasalahan itu akan ketemu. Serta rejeki yang tak di sangka-sangka itu datang.
Maka jadilah kita orang yang beruntung alias Bejo.
Allah SWT. Menjanjikan dalam Al-Quran
Allah SWT berfirman:

  ۙ  وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا 

.. Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,"
(QS. At-Talaq: Ayat 2)

Allah SWT berfirman:

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ    ؕ  وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ    ؕ  اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖ    ؕ  قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
(QS. At-Talaq: Ayat 3)

Kalo udah tau ya jalanin bro... Amalkan segera jangan di tunda tunda.
Ini ilmu Bejo yang sesungguhnya.
Ilmu tanpa amal
Bagai pohon tak berbuah.

Emang berat bro ngelajanin kaya nya berasa banget...
Oleh karena itu kita harus memohon pertolongan Nya. Agar bisa melakukan itu semua. Tiada satupun yang bisa membuat mudah selain Allah SWT Broo...

Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ  ؕ  وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ
"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,"
(QS. Al-Baqarah: Ayat 45)

Kita harus khusyuk bro....
Fokus pada tujuan

Terus apa sih tujuan kita melakukan itu semua bro???
Ingin kaya kah??? Yang bersifat keduanaiwian
Atau
Ingin mengharap ridho Allah dalam berserah diri???

Kalo tujuannya inginkan kaya yang bersifat keduanaiwian...
insyaAllah bro... ibadah Lo akan lelah...
Paling 1atau 2 Minggu saja. Ga bakal jadi isqomah sampe akhir hayat
Trus kalo udah lelah dan bosen.... Lo bakal berkata deh dalam hati.
Ya Allah aku beriman menjalankan perintah Mu dan menjauhi larangan mu.
Ko ga ada perubahan ya Allah hidup ku masih sama seperti keadaan sebelumnya malah makin susah. Maka hilanglah rasa syukur mu bro dan kamupun berputus asa.
Allah SWT berfirman:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا  يُفْتَـنُوْنَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?"
(QS. Al-'Ankabut: Ayat 2)
Allah SWT berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ  الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ  ؕ  وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah: Ayat 155)
Di uji dulu bro sabar...
Semua datang dari Allah akan kembali kepada Allah
Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ  ۙ  قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ 
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 156)
Ikhlas ye bro....
Karena keikhlasanlah yang membersihkan hati dari segala tujuan kepada selain Allah.
Maka dari itu kembalikan niat kita hanya mengharap Keridhaan Nya.
Khusyuk...Bro ..!!! pada tujuan. hanya mengharapkan ridhoNya.
Bersyukur bro... Lo di kasih ujian dulu... Karena tadinya salah niat karena keduniawian...
Kalo Allah langsung kasih Lo bahkan ga tau kasih sayang Allah
Coba kalo langsung di kasih...
Lo bakal jadi orang yang istizrad bro... Ga punya timbangan kebaikan di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ
"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan."
(QS. Hud: Ayat 15)
اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَـيْسَ لَهُمْ فِيْ الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ  ۖ   وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Hud: Ayat 16)
Tuuuhh kan bro... Rugi di Akhirat maka dari itu bro....Lo harus bersyukur atas ujian nya yang menyucikan hati dari segala niat dan tujuan yang lain... Selain niat mengharap ridho Allah SWT.
Ok bro...
Anne mo niat dulu bro
Bismillahi rohmani Rohim
Nawaitu lillahi ta'alla
Bi’idznillah WA RidhoAllah
La Haula wa la quwwata ila billahil alyiladzim.
hasbiaAllahu la Ilaha ila Allahu alaihi tawaqaltu wa Hua robbul Arsyil adzim.

Tuesday, September 13, 2016

Memantaskan Diri dengan amalan-amalan shalih dalam menjemput jodoh terbaik.

Ada sebuah kisah mengenai seorang pemuda Anshar di zaman Rasulullah yang kisahnya bisa diambil ibroh dalam hal jodoh. Hingga usia yang sudah cukup dewasa, pemuda Anshar yang bernama Julaibib belum juga menikah. Rupa-rupanya hal ini dikarenakan raut mukanya yang diciptakan Allah tidak begitu rupawan. Ukuran tubuhnya pun cenderung lebih pendek dibanding ukuran penduduk arab pada umumnya.

Pemuda Julaibib adalah seorang pemuda yang rajin beribadah. Dia pun selalu berada di shaf paling depan jika shalat berjamaah sedang dilaksanakan. Suatu hari Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Julaibib tidakkah engkau menikah?”. Sambil tersenyum Julaibib menjawab :” Orang tua mana yang mau menikahkan putrinya denganku, wahai Rasulullah?”.

Mendengar jawaban tersebut, Rasul sendiri lantas berusaha mencarikan jodoh untuk Julaibib. Rasul mengutarakan hajatnya pada salah seorang sahabat:” Wahai Fulan, bagaimana jika aku meminta anak gadismu untuk dipinang?”. Dengan wajah berseri karena mengira Rasul sendiri yang akan menikahi putrinya sahabat tersebut menjawab:”Tentu saja wahai Rasulullah dengan senang hati.” “namun pinangan ini bukan untukku” sambung Rasul :” pinangan ini untuk Julaibib”. Mendengar hal ini sahabat tersebut meminta ijin untuk merundingkan dahulu dengan istrinya. Dan tidak jauh dari sangkaan, sang istri langsung tidak setuju dengan pinangan tersebut.

Namun ternyata dengan tidak sengaja, putrinya yang shalih mendengarkan percakapan mereka. Dia pun berkata:” Apakah ayah dan ibu akan menolak permintaan Rasulullah?, Jika Rasulullah meminta maka aku yakin bahwa hal tersebut adalah yang terbaik, dan Rasul tidak akan membiarkanku tersia-sia dengan menjodohkanku dengan Julaibib. Katakanlah kepada beliau bahwa aku menerima pinangan tersebut.”

Akhirnya Julaibib pun mempersunting sang gadis yang terkenal shalehah dan cantik jelita. Inilah buah usaha dari memantaskan diri dengan amalan-amalan shalih dalam menjemput jodoh terbaik. Orang yang begitu mulia sendiri yang mencarikannya jodoh dan dijodohkannya dengan wanita yang begitu mulia. Wanita yang tidak hanya memandang ketampanan luar, namun memandang ketampanan ahklak dari orang yang meminangnya.

Dari kisah diatas, ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil, yaitu: berusahalah menjadi laki-laki baik, niscaya di suatu tempat ada perempuan baik yang sedang dipersiapkan untukmu. Berusahalah jadi perempuan baik, niscaya laki-laki baik sedang bersiap sedia menjemputmu. Hiasilah keseharianmu dengan berbagai amal sholih mulai dari membuka mata di pagi hari hingga terpejamnya mata di malam hari.

Jika kau ingin pasanganmu senantiasa menjaga shalat, maka mulai sekarang jagalah sholatmu.

Jika kau ingin mendapat pasangan seorang hafidz / hafidzoh, maka mulai sekarang hafalkanlah Al-Qur’an walau hanya satu ayat dalam sehari.

Jika kau ingin pasanganmu bertutur kata lembut, maka mulai sekarang jagalah lisanmu.

Jika kau ingin mendapat pasangan ahli Masjid, maka mulai sekarang berhentilah bermain di jalanan atau bermain di tempat-tempat hiburan malam.

Jika kau ingin mendapatkan pasangan yang mulia berakhlak baik, maka mulai sekarang pantaskan dulu dirimu barulah jemput jodoh terbaik dari Allah!