Ada sebuah kisah mengenai seorang pemuda Anshar di zaman Rasulullah yang kisahnya bisa diambil ibroh dalam hal jodoh. Hingga usia yang sudah cukup dewasa, pemuda Anshar yang bernama Julaibib belum juga menikah. Rupa-rupanya hal ini dikarenakan raut mukanya yang diciptakan Allah tidak begitu rupawan. Ukuran tubuhnya pun cenderung lebih pendek dibanding ukuran penduduk arab pada umumnya.
Pemuda Julaibib adalah seorang pemuda yang rajin beribadah. Dia pun selalu berada di shaf paling depan jika shalat berjamaah sedang dilaksanakan. Suatu hari Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Julaibib tidakkah engkau menikah?”. Sambil tersenyum Julaibib menjawab :” Orang tua mana yang mau menikahkan putrinya denganku, wahai Rasulullah?”.
Mendengar jawaban tersebut, Rasul sendiri lantas berusaha mencarikan jodoh untuk Julaibib. Rasul mengutarakan hajatnya pada salah seorang sahabat:” Wahai Fulan, bagaimana jika aku meminta anak gadismu untuk dipinang?”. Dengan wajah berseri karena mengira Rasul sendiri yang akan menikahi putrinya sahabat tersebut menjawab:”Tentu saja wahai Rasulullah dengan senang hati.” “namun pinangan ini bukan untukku” sambung Rasul :” pinangan ini untuk Julaibib”. Mendengar hal ini sahabat tersebut meminta ijin untuk merundingkan dahulu dengan istrinya. Dan tidak jauh dari sangkaan, sang istri langsung tidak setuju dengan pinangan tersebut.
Namun ternyata dengan tidak sengaja, putrinya yang shalih mendengarkan percakapan mereka. Dia pun berkata:” Apakah ayah dan ibu akan menolak permintaan Rasulullah?, Jika Rasulullah meminta maka aku yakin bahwa hal tersebut adalah yang terbaik, dan Rasul tidak akan membiarkanku tersia-sia dengan menjodohkanku dengan Julaibib. Katakanlah kepada beliau bahwa aku menerima pinangan tersebut.”
Akhirnya Julaibib pun mempersunting sang gadis yang terkenal shalehah dan cantik jelita. Inilah buah usaha dari memantaskan diri dengan amalan-amalan shalih dalam menjemput jodoh terbaik. Orang yang begitu mulia sendiri yang mencarikannya jodoh dan dijodohkannya dengan wanita yang begitu mulia. Wanita yang tidak hanya memandang ketampanan luar, namun memandang ketampanan ahklak dari orang yang meminangnya.
Dari kisah diatas, ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil, yaitu: berusahalah menjadi laki-laki baik, niscaya di suatu tempat ada perempuan baik yang sedang dipersiapkan untukmu. Berusahalah jadi perempuan baik, niscaya laki-laki baik sedang bersiap sedia menjemputmu. Hiasilah keseharianmu dengan berbagai amal sholih mulai dari membuka mata di pagi hari hingga terpejamnya mata di malam hari.
Jika kau ingin pasanganmu senantiasa menjaga shalat, maka mulai sekarang jagalah sholatmu.
Jika kau ingin mendapat pasangan seorang hafidz / hafidzoh, maka mulai sekarang hafalkanlah Al-Qur’an walau hanya satu ayat dalam sehari.
Jika kau ingin pasanganmu bertutur kata lembut, maka mulai sekarang jagalah lisanmu.
Jika kau ingin mendapat pasangan ahli Masjid, maka mulai sekarang berhentilah bermain di jalanan atau bermain di tempat-tempat hiburan malam.
Jika kau ingin mendapatkan pasangan yang mulia berakhlak baik, maka mulai sekarang pantaskan dulu dirimu barulah jemput jodoh terbaik dari Allah!
No comments:
Post a Comment