:O hahh..APA....???? AKU DAN KELUARGAKU DI TUDUH PENGANUT SYIAH....
Atas dasar apa dia bisa bilang begitu ???
Yang jelas sih atas dasar kebencian...
NA'UDZUBILLAHI SUMMA NA'UDZUBILLAH
Orang menuduh tanpa bukti dan faktanya dia adalah seorang penebar fitnah yang keji. Kalo jaman sekarang mah penebar berita hoax.
Dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan... (Pembunuhan karakter)
Bukan orang nya atau nyawa nya yang di bunuh akan tetapi karakter nya, dan nama baik nya.. yang tercoreng di halayak ramai sehingga orang-orang mencibirnya, mencacinya, mencelanya bahkan mengutuk nya.
Allah SWT berfirman:
وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ
. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.
(QS. Al-Baqarah: Ayat 191)
Akan tetapi orang yang di fitnah senantiasa bersabar dan selalu berikhtiar serta serahkan kepada Allah segala urusannya. Sesungguhnya segala amal akan kembali pada si empunya.
Allah SWT berfirman:
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۙ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ؕ
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.
Tidak ada yang luput dari balasan Allah SWT baik di balas di dunia maupun di akhirat...
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(QS. Az-Zalzalah: Ayat 7 )
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(QS. Az-Zalzalah: Ayat 8)
Orang jenis ini (hasad) biasanya terdapat penyakit dalam hatinya
Yaitu :
Hasad (Iri dan Dengki)
Orang yang iri dan dengki selalu merasa susah bila melihat orang lain senang. Dan sebaliknya, ia akan merasa senang bila orang lain kesusahan. Biasanya orang yang iri dengki akan mencelakakan orang lain dengan lisan, tulisan, dan perbuatannya.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ؕ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ؕ وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nisa': Ayat 32)
“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”. [HR. Abu Dawud]
Kita harus berhati-hati pada orang yang hasad... Ini kita juga harus berhati-hati pula pada Sifat ini.. muhasabah lah... Lihat kedalam diri apa dalam hati kita ada Sifat hasad ini yang akan menjadi cikal bakal mencelakai orang lain.
Na'udzubillahi Summa Na'udzubillah
Aku berlindung kepada Allah dari sifat hasad...
.
Kata pepatah "teko akan mengeluarkan isi sesuai apa yang ada di dalam nya"
Ga mungkin isi nya kopi keluarnya susu..
Ini sesuai dengan hadis Baginda Rasulullah SAW :
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
Jadi gampang saja menentukan orang itu hatinya baik atau tidak.....
Kita tinggal lihat :
Ucapannya
Perbuatan
Tingkah lakunya
Akhlak nya kepada sesama...
Jauhilah sifat hasad
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. [Muslim no. 2564]
No comments:
Post a Comment