Allah itu tidak adil ... apa bila tidak mengetahui hakikat nya ...
Assalamualaikum
Para sahabat ku ... yang baik hatinya
Ada kisah di jaman para wali Allah .. tentang dua orang raja
Yang di ceritakan dari seorang tuan sech kepadaku...
Beliau bertanya kepada ku adakah di dalam hati mu bahwa Allah itu tidak Adil?
Iya tuan syech
Allah seakan tidak mau menolong ku padahal aku menjalankan perintah Nya dan menjauhi laranganNya..
Kenapa tuan Syech
Tuan syech itu pun berkata "Maukah kau aku ceritakan tentang hikmah kisah dua orang raja
Yang satu baik hati dan bertaqwa dan yang satunya dzalim lagi ingkar."
Aku pun menjawab " baik lah tuan syech"
Ada dua orang raja pada masa itu.
Raja yang baik hati ,bijaksana pembela rakyat dan seorang raja yang dzolim lagi ingkar.
.
pada suatu ketika Raja yang baik hati pergi berkeliling di wilayah batas kerajaan nya. di daerah perbatasan wilayah antara Raja yang dzalim...yang mebiarkan rakyat nyamenderita dengan meminta upeti tampa adanya rasa ke adilan,
banyak yang ingin berontak dan ingin bersatu dengan kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja yang baik hatinya.
tapi apalah daya mereka terlalu takut untuk mengadakan perlawanan
mereka dua kerajaan yang bertangga oleh sebab itu sering adanya konflik di wilayah perbatasan kerajaan,
suatu hari kedua raja itu sakit secara bergantian masa nya,,,,
Allah menurunkan penyakit pada raja yang dzalim.
Dan penyakit itu hanya dapat di sembuhkan melalui syariat ikan salmon sebagai perantaranya.
Saat raja dzolim itu sakit maka Allah menghadirkan ikan tersebut walaupun belum pada musim nya di sungai sungai ikan tersebut bermigrasi dari laut untuk di jadikan penawar penyakit si raja dzalim tersebut...
Dan akhir nya raja dzalim itu sembuh dan di beri umur yang panjang.
Suatu ketika terdengar kabar dari seorang mata mata dari kerajaan si raja dzolim bahwa raja dari kerajaan sebelah yaitu raja yang baik, menderita penyakit yang sama dengan dirinya.
Pada saat itu mungkin musim nya ikan salmon bermigrasi dari laut ke sungai untuk berkembang biak..
Tetapi Allah tidak mengizinkan ikan salmon itu menghampiri sungai sungai tersebut. Sehingga tidak ada penawar bagi penyakit yang di deritanya.
Dan akhir nya raja yang baik itu mati.
.
Dan aku pun bertanya tanya dalam hati???
Dan menanyakan apa yang ada di benak ku.
"Wahai tuan sheihk kenapa Allah itu tidak Adil bukan kah seharusnya di tolong itu raja yang baik bukan raja yang dzalim? Tanya ku.
.
Dan ingatlah ketika Allah berfirman untuk menunaikan janji nya
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." – (QS.99:7)
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." – (QS.99:8)
Allah akan membalas kedua nya dengan seadil-adilnya...
Kenapa Raza dzolim itu di tolong saat sakit dan mengapa raja yang baik hati itu tidaklah di tolong dan Tuhan membiarkan dia menderita sakit lalu mati..
.
Allah swt mempunyai rencana terhadap ke dua raja ini...
Allah tidaklah mau si raja baik ini menderita sekian lama di akhirat dimana semua amal di hitung dan di pertanggung jawabkan balasan di akhirat sangat pedih dan lama... oleh karena itu Allah membalas nya di dunia dengan waktu yang sebentar dan balasan nya pun tidak begitu parah seperti di akhirat.
Walaupun di mata manusia Allah tidak adil.
Sedangkan kan si raja dzolim itu nanti akan di balas di akhirat dengan azab yang sangat pedih dimana tiada akhir dari penderitaan adalah kematian. Di akhirat tiada lagi kematian yang akan mengakhiri penderitaan nya. Dengan waktu yang sangat lama...
.
Para sahabat semua ...
Mari kita bersama-sama belajar membaca (iqra) dari setiap peristiwa apa hikmah di balik itu semua...
janganlah cepat menyimpulkan dan su'udzon... karena su'udzon itu dosa.
Hanyalah waktu yang akan menyingkap hikmah dari suatu peristiwa. Karena Allah lah sang waktu itu.
Jadikan sabar dan syukur sebagai sarana ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta'alla.
.
Sekian trimakasih
Wassalamu'alaikum warrohmatullahi wa barokatuh.
_/|\_
No comments:
Post a Comment